Ujian Nasional resmi dihapus dan diubah menjadi Asesmen Nasional. Apa itu Asesmen Nasional? Bagaimana mekanisme penerapan Asesmen Nasional? Apa Saja indikatornya?
Yu simak paparan di bawah ini.
Berikut saya sedikit jelaskan tentang pengganti Ujian Nasional yang sudah puluhan tahun kita kenal.
Jika Ujian Nasional selama ini diperuntukkan bagi seluruh siswa yang berada di tingkat akhir masa sekolah, seperti kelas 6, 9, dan 12, kini tidak lagi. Soalnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Nadiem Makarim, tidak lagi ingin pendidikan Indonesia hanya mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, yang membuat UN selalu menjadi momok mengerikan bagi para peserta didik.
Justru, Bapak Nadiem fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, pengajaran, juga layanan dan lingkungan pendidikan. Maka, kebijakan yang diambil adalah mengubah Ujian Nasional menjadi Asesmen Nasional.
Asesmen Nasional yang dimaksud Bapak Mendikbud yaitu ujian ini tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, melainkan mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan yang mencakup proses, input, juga hasil.
Pertama yaitu Asesmen Kompetensi Minimum, yang akan diukur adalah capaian peserta didik melalui pembelajarannya di ranah kognitif, yaitu:
1. Literasi,
2. Numerasi.
Literasi memang menjadi hak setiap orang dan juga dasar yang harus dimiliki untuk belajar sepanjang hayatnya. Kemampuan literasi mampu memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga, juga masyarakat.
Jadi, literasi yang dimaksud adalah kemampuan yang lebih dari sekedar membaca dan menulis, tetapi mendorong agar peserta didik mampu menganalisis dengan membaca situasi atau hal-hal yang terjadi di sekitarnya, dengan pemecahan masalah berdasarkan dari apa yang dipelajarinya.
Numerasi, secara umum diartikan sebagai sebuah kecakapan dan pengetahuan seseorang dalam menggunakan berbagai macam angka serta simbol-simbol, yang terkait dengan matematika dasar. Nah, pengetahuan itu digunakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari.
Selain itu, dengan numerasi, seseorang juga dapat menganalisis informasi yang ditampilkan dengan berbagai bentuk, seperti tabel, grafik, bagan, dan banyak lainnya. Setelah mampu menganalisis, kemudian individu tersebut akan menggunakan interpretasi hasil analisisnya, untuk memprediksi dan selanjutnya mengambil keputusan.
Hmm penting banget ya...
Dan perlu diketahui juga soal AKM ini akan sangat berbeda dengan soal UN, lho, berikut ini 5 bentuk soal AKM:
1. Pilihan ganda: memilih satu jawaban benar,
2. Pilihan ganda kompleks: memilih lebih dari satu jawaban benar dalam satu soal,
3. Menjodohkan: menjawab dengan menarik garis dari satu titik ke titik lainnya yang merupakan pasangan pertanyaan dengan jawabannya,
4. Isian singkat: menjawab berupa bilangan, kata untuk menyebutkan nama benda, tempat, atau jawaban pasti lainnya,
5. Uraian: menjawab soal berupa kalimat-kalimat untuk menjelaskan jawabannya.
Menurut Pak Nadiem, kemampuan literasi dan numerasi, adalah kemampuan yang akan berdampak pada semua mata pelajaran yang diajarkan oleh guru. Maka dari itu, memfokuskan pada kemampuan literasi dan numerasi, tidak bermaksud mengecilkan arti penting mata pelajaran lainnya. Menurutnya, justru dengan literasi dan numerasi, peserta didik akan sangat terbantu dalam memahami dan mempelajari bidang ilmu lainnya, terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan angka secara kuantitatif.
Kedua yang diujikan dalam Asesmen Nasional adalah survei karakter.
Survei Karakter, dirancang untuk mengukur capaian peserta didik berdasarkan hasil belajar sosial emosional, yang berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila.
Ada 6 indikator:
1. Bertakwa kepada Tuhan YME & berakhlak mulia,
2. Berkebhinekaan global,
3. Mandiri,
4. Bergotong Royong,
6. Bernalar kritis,
6. Kreatif.
Ketiga yang diujikan dalam Asesmen Nasional adalah survei lingkungan belajar.
Survei Lingkungan Belajar ini digunakan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek-aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. Jadi, tidak hanya peserta didik saja nantinya yang akan dinilai, melainkan seluruh aspek yang mendukung pembelajaran juga. Dengan begitu, dapat dengan mulai mengevaluasi apa yang seharusnya dapat ditingkatkan, dan sejauh mana capaian yang sudah dilakukan.
Nah, jika Ujian Nasional itu hanya mengevaluasi capaian siswa saja di setiap tingkat akhir pada jenjang sekolah, seperti kelas 6, 9, dan 12, Asesmen Nasional tidak lagi menitikberatkan pada evaluasi capaian siswa. Oleh karena itu, Asesmen Nasional akan diterapkan untuk peserta didik yang berada di kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA.
Menurut Kemendikbud menerangkan bahwa dalam pelaksanaan Asesmen Nasional, responden murid akan dipilih secara acak dengan jumlah maksimal 30 orang murid SD/MI, 45 murid SMP/MTs, serta 45 murid SMA/SMK/MA di satuan pendidikan. Sementara responden satuan pendidikan kesetaraan ialah semua warga belajar yang terdaftar sebagai peserta ujian kesetaraan Paket A/Ula-Kelas 6, Paket B/Wustha-Kelas 9 serta Paket/Ulya-Kelas 12.
Kalau kita pahami dengan baik, kebijakan baru ini justru sangat memudahkan untuk mengembangkan pengetahuan. Tidak lagi hanya berfokus pada mata pelajaran yang akan diujikan di akhir nanti, melainkan, kita bisa melakukan eksplorasi lebih luas untuk bisa mencapai hasil yang diharapkan dalam Asesmen Nasional.
Dan perlu diketahui juga bahwa Asesmen Nasional 2021 ini tidak perlu dicemaskan, karena:
1. Tidak menentukan kelulusan,
2. Tidak diberikan di akhir jenjang,
3. Hasilnya tidak memuat nilai individu,
4. Hasilnya sebagai dasar perbaikan pembelajaran, dan
5. Hasil AN 2021 digunakan sebagai data baseline, tidak untuk menilai kinerja satuan pendidikan atau pun wilayah.
Yang penting bagi kita mulailah belajar tidak hanya sekedar menjawab soal dan menghafalkan teori saja. Melainkan mulai mempelajari konsep dasar pemikiran, sering membaca buku, sering melakukan observasi dalam kehidupan sehari-hari, dan juga aktif berdiskusi dengan guru di sekolah, teman di sekolah, teman bermain, keluarga di rumah, atau dengan tutor media online.
Terimakasih...
Tunggu ulasan berikutnya and semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar