JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 11
MODUL 1.1.
FILOSOFIS PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA
UDIN JAENUDIN, S.Pd
SMAN 1 SURANENGGALA KABUPATEN CIREBON
Jurnal Refleksi dwi mingguan ini dibuat untuk melengkapi salah satu tugas calon guru penggerak. Sebagai calon guru penggerak saya akan merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari modul 1.1. yaitu tentang Filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan.
Dalam mengerjakan tugas ini saya menggunakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway , melalui pertanyaan sebagai berikut :
Facts (Peristiwa) : Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat aksi nyata ke dalam kelas ? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?
Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut`
Findings (Pembelajaran) : Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini ? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?
Future (Penerapan) : Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan ? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?
Dibawah ini adalah hasil refleksi yang telah saya lakukan :
Facts (Peristiwa)
Pada minggu ini, saya mengalami pembelajaran yang cukup menarik dan produktif. Salah satu hal baik yang saya alami adalah pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang diajarkan. Contohnya, ketika mempelajari konsep-konsep baru, saya merasa metode pengajaran yang digunakan sangat efektif, seperti penggunaan visualisasi dan contoh-contoh nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Namun, ada beberapa hambatan yang saya hadapi selama proses pembelajaran. Salah satunya adalah kesulitan dalam memahami beberapa topik yang kompleks. Beberapa konsep membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, dan hal ini sedikit mengganggu alur belajar saya. Selain itu, terkadang saya juga mengalami masalah teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil, yang menghambat akses ke materi online.
Untuk mengatasi kendala ini, saya mengambil beberapa langkah. Pertama, saya mencoba untuk lebih proaktif dalam mencari bantuan, baik dari teman sekelas maupun dari pengajar. Saya juga mencari sumber tambahan di internet seperti video tutorial atau artikel yang dapat membantu menjelaskan topik tersebut dengan cara yang berbeda. Untuk masalah teknis, saya mencoba mengatur waktu belajar di tempat dengan koneksi internet yang lebih stabil dan memastikan perangkat yang saya gunakan dalam kondisi baik.
Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa hambatan, pengalaman pembelajaran minggu ini tetap memberikan banyak manfaat dan saya merasa lebih siap untuk menghadapi topik-topik berikutnya.
Feeling
Banyak hal yang saya rasakan selama 2 minggu menjalani Pendidikan Guru Penggerak ini, myulai pembukaan pada tanggal 12 juni 2024, ada rasa bangga, senang, khawatir dan cemas. Bangga karena telah terpilih sebagai salah satu calon guru penggerak, berhasil dalam menyelesaikan essay, praktik mengajar dan wawancara adalah suatu capaian yang memerlukan energi ekstra, bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang guru penggerak, karena sungguh - sungguh harus panggilan hati. Merasa senang karena bertemu dengan rekan rekan sesame guru yang hebat hebat, banyak berbagi dan mendapatkan ilmu baru dalam dunia Pendidikan. Merasa cemas akan tantangan tantangan yang dihadapi dalam menyelesaikan tugas tugas maupun dukungan di lapangan, tetapi karena ada dukungan dari rekan-rekan kelompok di CGP yang lain kekhawatiran itu bisa bisa teratasi dengan baik, meskipun terkadang panik ada tugas yang di LMS belum saya selesaikan.
Semoga saya diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas sebagai guru maupun menyelesaikan semua tugas guru penggerak yang diberikan kepada saya. Saya berusaha untuk tetap menjaga kesehatan, berdoa kepada Allah SWT. Kekhawatiran terkadang muncul apakah tugas telah selesai dikerjakan sedangkan batas waktu mengunggah tugas harus sesuai deadline tanggal yang sudah ditentukan . Rasa khawatir takut meninggalkan tugas guru karena harus fokus dengan tugas-tugas CGP pun sering membuat saya merasa gelisah, tapi mengingat tugas guru untuk bisa mendidik dengan kemajuan zaman saya berusaha untuk menyelesaikan tugas tugas yang diberikan di CPG ini dengan baik dan berusaha untuk dapat mengatur waktu dengan tugas tugas sebagai guru di sekolah.
Selama dua minggu mengikuti pelatihan guru penggerak ini saya mulai menerapkan filosofis Ki Hajar dewantara dalam pembelajaran di Sekolah. Pembelajaran yang berorientasi pada murid. Sebagai seorang guru matematika di SMA saya merasa belumlah layak sebagai seorang guru sesuai dengan filosofi Pendidikan KI Hajar Dewantara, tetapi setelah saya faham mengenai teori Pendidikan ini barulah terbuka mata hati saya bahwa seorang guru yang memang harus menghamba pada murid artinya seorang guru sebagai fasilitator yang dapat mengembangkan potensi peserta didik agar mereka dapat mencapai perkembangannya secara maksimal dan meraih cita-citanya serta menjadi pribadi yang unggul dan berkarakter Pancasila.
Maka muncul ide saya untuk mengemas layanan bimbingan yang kaku menjadi sebuah layanan bimbingan yang menarik agar murid bisa mengikuti proses perkembangan dengan menyenangkan. Keinginan saya sebagai guru untuk menuntun kodrat alam dan kodrat jaman yang melekat pada murid semakin besar. Saya ingin melakukannya dengan penuh kesabaran, menuntun mereka menjadi pribadi yang unggul, sehingga mereka bisa mewujudkan kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akherat.
Findings
Setelah mempelajari Modul 1.1 Pemahaman Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara, saya memiliki harapan yang jelas untuk murid-murid dan kegiatan-kegiatan yang akan datang. Saya percaya bahwa filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara menawarkan perspektif yang berharga tentang pendidikan dan pengajaran, dan saya percaya bahwa murid-murid akan sangat menguntungkan dari mempelajari konsep-konsep ini.
Salah satu harapan utama saya untuk murid-murid adalah bahwa mereka akan memahami pentingnya pendidikan yang inklusif dan adil, setiap anak, tanpa memandang latar belakang mereka, harus memiliki akses ke pendidikan berkualitas. Pendidikan bukan hanya hak, tetapi juga kewajiban pemerintah untuk memastikan bahwa semua anak dapat menghadiri sekolah dan menerima pendidikan yang layak.
Harapan lain yang saya miliki untuk murid-murid adalah bahwa mereka akan memahami pentingnya pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan siswa. Pendidikan harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan individu siswa, bukan hanya untuk memenuhi standar kurikulum. Pendidikan harus berfokus pada pengembangan potensi penuh siswa dan membantu mereka mencapai tujuan mereka.
Murid-murid akan memahami pentingnya pendidikan yang berbasis penelitian dan inovasi. Pendidikan harus terus-menerus diperbarui dan ditingkatkan berdasarkan penelitian dan pengamatan terbaru. Pendidikan harus fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan siswa.
Harapan lain yang saya miliki untuk murid-murid adalah bahwa mereka akan memahami pentingnya pendidikan yang berbasis nilai-nilai. Pendidikan harus mencakup nilai-nilai seperti keadilan, kejujuran, dan rasa hormat terhadap orang lain. Pendidikan harus membantu siswa mengembangkan karakter dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Sebagai seorang pendidik saya harus menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat dengan mengacu pada trilogi pendidikan yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso dan tut wuri handayani.
Saya menyadari bahwa anak memiliki kodrat merdeka, oleh karena itu saya harus memberikan kemerdekaan kepada anak-anak untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan minat, bakat , dan kreatifitasnya agar mereka dapat mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya.
Sebagai pendidik saya harus senantiasa menghamba kepada anak atau dengan kata lain berpihak pada mereka.menjadikan mereka subyek bukan obyek. Saya juga harus memandang murid bukanlah kertas yang bisa digambar sesuai kemauan saya , karena mereka lahir dengan kodrat yang samar. Tugas kita adalah menebalkan garis-garis samar itu agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya. Menerapkan budi pekerti yang luhur merupakan keharusan yang tidak terbantahkan dengan cara mengintegrasikan setiap proses pembelajaran dengan pencapaian profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri , bernalar kritis dan kreatif.
Sebagai seorang pendidik diibaratkan seorang petani yang menanam jagung misalnya. Hanya dapat menuntun tumbuhnya jagung tersebut, memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman jagung , memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat dsb. Agar tanaman itu tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang berkualitas tinggi.
Future (Penerapan)
Saya akan melakukan hal terbaik didalam proses pembelajaran saya dikelas, agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan baik. Banyak hal yang akan saya benahi yang selama ini tanpa saya sadari apa yang saya lakukan jauh dari kata sempurna jika dikaitkan dengan filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara .
Dalam hal kegiatan-kegiatan, saya harapkan murid-murid akan sangat beruntung karena dapat berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan presentasi tentang konsep-konsep filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Saya akan memberikan serta melibatkan mereka untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan praktis, seperti mengembangkan rencana pelajaran, yang akan membantu mereka menerapkan prinsip-prinsip filosofi pendidikan dalam praktik mereka sendiri.
Secara keseluruhan, saya percaya bahwa mempelajari Modul 1.1 Pemahaman Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara akan memberikan murid-murid pemahaman yang mendalam tentang pendidikan dan pengajaran, dan akan memberikan mereka alat dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk menjadi pendidik yang sukses dan berdedikasi.
Pembelajaran yang berpusat pada guru harus segera diganti dengan pembelajaran yang berpusat pada murid, agar tercipta interaktif yang menyenangkan didalam kelas. Memberi kebebasan kepada anak-anak untuk menggali potensi yang dimilikinya harus terjadi dalam proses pembelajaran agar mereka menemukan jati dirinya sehingga menjadi manusia seutuhnya. Mengarahkan bukan lagi hal yang perlu dipertahankan tetapi kita harus merubahnya dengan menuntun peserta didik agar kodrat alam yang dimilikinya sejak lahir bisa berkembang kearah yang lebih baik dan kodrat jaman dimana mereka hidup saat ini bisa mereka dapatkan sehingga akan mempermudah murid dalam mengatasi persoalan hidupnya dimasa kini ataupun masa mendatang sehingga murid menjadi manusia yang berkarakter baik sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jaman yang melekat pada murid.
Sekian pemaparan saya dalam refleksi dwi mingguan Pendidikan Calon Guru Penggerak.
Semoga bermanfaat.
Salam Guru Penggerak!
Tergerak Bergerak Menggerakan
RUANG KOLABORASI MODUL 1.1 PRESENTASI





Tidak ada komentar:
Posting Komentar