Powered By Blogger

Sabtu, 27 Juli 2024

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3 ( CGP Angkatan 11 )

 

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 11

MODUL 1.3

VISI GURU PENGGERAK

UDIN JAENUDIN, S.Pd

SMAN 1 SURANENGGALA KABUPATEN CIREBON

 

Jurnal Refleksi dwi mingguan ini dibuat untuk melengkapi  salah satu tugas calon guru penggerak. Sebagai calon guru penggerak saya akan merefleksikan  seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari modul 1.3 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak. Jurnal ini sebagai refleksi diri setelah selama dua minggu ke-2 mengikuti kegiatan Pendidikan CGP yang kedepannya akan ditulis secara rutin selama dua mingguan sebagai tugas yang harus dikerjakan oleh calon guru penggerak.

Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F (Fact, Feeling, Findings, dan Future, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P yakni : Peristiwa; Perasaan; Pembelajaran; dan Penerapan.

 

1.      Fact (Peristiwa)

Pada modul 1.3 ini saya mulai mempelajari materi mengenai Visi Guru Penggerak diawali dengan pembelajaran secara mandiri (mulai dari diri dan eksplorasi konsep). Pada modul ini murid diarahkan dapat merumuskan visinya sebagai guru penggerak yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang berpihak pada murid sesuai dengan filosofi pendidikan KHD.

Setelah melakukan pembelajaran mandiri dilanjutkan dengan Ruang Kolaborasi yang dilaksanakan secara tatap maya bersama fasilitator untuk membahas materi “Pernyataan Prakarsa Perubahan dan Langkah-langkah BAGJA” yang dilakukan dengan diskusi kelompok. 

Bersama dengan kelompok saya merumuskan serta menyepakati Visi Guru Penggerak dilanjutkan dengan diskusi pembuatan kalimat pernyataan Prakarsa Perubahan Diri dengan menggunakan instrumen A-T-A-P (Aset, Tantangan, Aksi, Pelajaran/Perubahan) sebagai langkah-langkah pembuatannya. Setelah menemukan kesepakatan mengenai kalimat Prakarsa Perubahan, kami mulai menyusun tahapan pelaksanaannya menggunakan instrumen BAGJA yaitu Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana dan Atur eksekusi. Pada pertemuan ruang kolaborasi berikutnya kami mempresentasikan hasil dari diskusi kelompok kami dan mendapatkan kritik, saran, dan masukan dari rekan CGP juga dari fasilitator.

Kegiatan selanjutnya saya mengikuti lokaraya 1 dengan tema diskusi Komunitas Praktisi, Mengidentifikasi Komunikasi Praktisi dan Menganalisa Pemetaan Komunitas Praktisi, serta Memahami Peran Guru Penggerak dalam menggerakkan Komunitas Praktisi, Melihat Potensi Komunitas Praktisi bersama para pengajar praktik. Dilanjutkan kegiatan penugasan Demonstrasi Kontekstual.

Setelah penugasan demonstrasi kontekstual, saya mengikuti Elaborasi Pemahaman bersama dengan instruktur sebagai penguatan materi modul 1.3 ini. Disini kita telah belajar antara lain menentukan kalimat visi yang sesuai profil pelajar Pancasila, menentukan prakarsa perubahan yang menantang,bermakna,kontekstual dan relevan, memahami bahwa prakarsa perubahan adalah bagian dari visi yang akan dicapai , membuat tahapan BAGJA untuk rencana perubahan di tempat dimana kita berkarya menggunakan paradigma dan pendekatan inkuiri apresiatif dan menjalankan semua rencana perubahan tersebut di tempat kita berkarya. Dilanjut dengan penugasan Koneksi Antar materi.

2.      Perasaan (Feeling)

Perasaan saya selama mempelajari modul 1.3 tentang visi Guru Penggerak ini adalah senang dan semakin termotivasi untuk semangat dalam menjalankan pendidikan guru penggerak. Selain itu saya juga bersemangat dalam menerapkan dan menjalankan visi dan menjalankan rencana perubahan yang sudah saya rumuskan. Semangat dan motivasi saya ini akan membuat aura positif dalam menjalankan prakarsa perubahan saya sehingga visi saya akan terwujud. Banyak hal baru yang saya pelajari dalam materi modul 1.3 untuk membuat  visi gambaran untuk mewujudkan murid  yang berkarakter baik dimasa mendatang.

3.      Pembelajaran (Findings)

Dalam menyusun sebuah Visi yang akan memberikan perubahan positif harus berlandaskan paradigma Inkuiri Apresiatif (IA). Setelah menemukan kesepakatan mengenai visi dilanjutkan dengan merumuskan kalimat-kalimat Prakarsa Perubahan dengan menggunakan instrumen A-T-A-P (Aset, Tantangan, Aksi, Pelajaran/Perubahan).

Setelah menyusun kalimat-kalimat pernyataan prakarsa perubahan, dilanjutkan dengan menyusun tahapan pelaksanaan kalimat-kalimat tersebut menggunakan instrumen BAGJA. Tahapan BAGJA merupakan model manajemen perubahan yang merupakan akronim dari Buat pertanyaan utama,Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana dan Atur eksekusi sebagai terjemahan bebas yang diadopsi dari model 5D sebagai bagian dari inkuiri apresiatif (Define, Discover, Dream, Design, Deliver).

Disini saya belajar melalui paradigma Inkuiri Apresiatif (IA) dalam melakukan dan meningkatkan perubahan positif di sebuah komunitas atau sekolah, kita hanya berfokus pada aset/kekuatan yang dimiliki dan mengabaikan kelemahan. Dengan berfokuskan pada aset/kekuatan maka kelemahan tersebut akan tertutup dan terselesaikan dengan sendirinya.

4.      Penerapan (Future)

Setelah mempelajari modul 1.3 ini yaitu tentang visi guru penggerak maka saya akan berusaha menerapkan dan mewujudkan visi yaitu “Terwujudnya generasi yang cerdas, kreatif, religious dan berkarakter”. Kalimat prakarsa perubahan yang saya rumuskan yaitu “Meningkatkan kreatifitas dan motivasi belajar murid melalui pemanfaatan teknologi dan pembiasaan religius”.

Visi dan kalimat prakarsa perubahan ini saya implementasikan dalam aksi nyata saya. Saya melakukan aksi nyata dengan 2 kegiatan, kegiatan pertama adalah desiminasi perumusan visi dengan paradigma IA pada saat rapat kerja tahunan bersama seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Dan kegiatan yang kedua adalah implementasi prakarsa perubahan dalam proses pembelajaran matematika di kelas. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ruang Kolaborasi Modul 1.2 Diskusi Mandiri


Ruang Kolaborasi Modul 1.2 Presentasi


Selasa, 23 Juli 2024

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.1 ( CGP Angkatan 11 )

 






JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 11

MODUL 1.1.

FILOSOFIS PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA

UDIN JAENUDIN, S.Pd

SMAN 1 SURANENGGALA KABUPATEN CIREBON

 

Jurnal Refleksi dwi mingguan ini dibuat untuk melengkapi  salah satu tugas calon guru penggerak. Sebagai calon guru penggerak saya akan merefleksikan  seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari modul 1.1. yaitu tentang Filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan.

Dalam mengerjakan tugas ini saya menggunakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway , melalui pertanyaan sebagai berikut :

Facts (Peristiwa) : Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat aksi nyata ke dalam kelas ? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?

Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut`

Findings (Pembelajaran) : Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini ? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?

Future (Penerapan) : Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan ? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

Dibawah ini adalah hasil refleksi yang telah saya lakukan :

Facts (Peristiwa)

Pada minggu ini, saya mengalami pembelajaran yang cukup menarik dan produktif. Salah satu hal baik yang saya alami adalah pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang diajarkan. Contohnya, ketika mempelajari konsep-konsep baru, saya merasa metode pengajaran yang digunakan sangat efektif, seperti penggunaan visualisasi dan contoh-contoh nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Namun, ada beberapa hambatan yang saya hadapi selama proses pembelajaran. Salah satunya adalah kesulitan dalam memahami beberapa topik yang kompleks. Beberapa konsep membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, dan hal ini sedikit mengganggu alur belajar saya. Selain itu, terkadang saya juga mengalami masalah teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil, yang menghambat akses ke materi online.

Untuk mengatasi kendala ini, saya mengambil beberapa langkah. Pertama, saya mencoba untuk lebih proaktif dalam mencari bantuan, baik dari teman sekelas maupun dari pengajar. Saya juga mencari sumber tambahan di internet seperti video tutorial atau artikel yang dapat membantu menjelaskan topik tersebut dengan cara yang berbeda. Untuk masalah teknis, saya mencoba mengatur waktu belajar di tempat dengan koneksi internet yang lebih stabil dan memastikan perangkat yang saya gunakan dalam kondisi baik.

Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa hambatan, pengalaman pembelajaran minggu ini tetap memberikan banyak manfaat dan saya merasa lebih siap untuk menghadapi topik-topik berikutnya.

 

Feeling

Banyak hal yang saya rasakan selama 2 minggu menjalani Pendidikan Guru Penggerak ini, myulai pembukaan pada tanggal 12 juni 2024, ada rasa bangga, senang, khawatir dan cemas. Bangga karena telah terpilih sebagai salah satu calon guru penggerak, berhasil dalam menyelesaikan essay, praktik mengajar dan wawancara adalah suatu capaian yang memerlukan energi ekstra, bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang guru penggerak, karena sungguh - sungguh harus panggilan hati. Merasa senang karena bertemu dengan rekan rekan sesame guru yang hebat hebat, banyak berbagi dan mendapatkan ilmu baru dalam dunia Pendidikan. Merasa cemas akan tantangan tantangan yang dihadapi dalam menyelesaikan tugas tugas maupun dukungan di lapangan, tetapi karena ada dukungan dari rekan-rekan kelompok di CGP yang lain kekhawatiran itu bisa bisa teratasi dengan baik, meskipun terkadang panik ada tugas yang di LMS belum saya selesaikan.

Semoga saya diberikan  kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas sebagai guru maupun menyelesaikan semua tugas guru penggerak yang diberikan kepada saya. Saya berusaha untuk tetap menjaga kesehatan, berdoa kepada Allah SWT. Kekhawatiran terkadang muncul apakah tugas telah selesai dikerjakan sedangkan batas waktu mengunggah tugas harus sesuai deadline tanggal yang sudah ditentukan . Rasa khawatir takut meninggalkan tugas guru karena harus fokus dengan tugas-tugas CGP pun sering membuat saya merasa gelisah, tapi mengingat tugas guru untuk bisa mendidik dengan kemajuan zaman saya berusaha untuk menyelesaikan tugas tugas yang diberikan di CPG ini dengan baik dan berusaha untuk dapat mengatur waktu dengan tugas tugas sebagai guru di sekolah.

Selama dua minggu mengikuti pelatihan guru penggerak ini saya mulai menerapkan filosofis Ki Hajar dewantara dalam pembelajaran di Sekolah. Pembelajaran yang berorientasi pada murid. Sebagai seorang guru matematika di SMA saya merasa belumlah layak sebagai seorang guru sesuai dengan filosofi Pendidikan KI Hajar Dewantara, tetapi setelah saya faham mengenai teori Pendidikan ini barulah terbuka mata hati saya bahwa seorang guru yang memang harus menghamba pada murid artinya seorang guru sebagai fasilitator yang dapat mengembangkan potensi peserta didik agar mereka dapat mencapai perkembangannya secara maksimal dan meraih cita-citanya serta menjadi pribadi yang unggul dan berkarakter Pancasila.

Maka muncul ide saya untuk mengemas layanan bimbingan yang kaku menjadi sebuah layanan bimbingan yang menarik agar murid bisa mengikuti proses perkembangan dengan menyenangkan. Keinginan saya sebagai guru untuk menuntun kodrat alam dan kodrat jaman yang melekat pada murid semakin besar. Saya ingin melakukannya dengan penuh kesabaran, menuntun mereka menjadi pribadi yang unggul, sehingga mereka bisa mewujudkan  kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akherat.

 

Findings

Setelah mempelajari Modul 1.1 Pemahaman Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara, saya memiliki harapan yang jelas untuk murid-murid dan kegiatan-kegiatan yang akan datang. Saya percaya bahwa filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara menawarkan perspektif yang berharga tentang pendidikan dan pengajaran, dan saya percaya bahwa murid-murid akan sangat menguntungkan dari mempelajari konsep-konsep ini.

Salah satu harapan utama saya untuk murid-murid adalah bahwa mereka akan memahami pentingnya pendidikan yang inklusif dan adil, setiap anak, tanpa memandang latar belakang mereka, harus memiliki akses ke pendidikan berkualitas. Pendidikan bukan hanya hak, tetapi juga kewajiban pemerintah untuk memastikan bahwa semua anak dapat menghadiri sekolah dan menerima pendidikan yang layak.

Harapan lain yang saya miliki untuk murid-murid adalah bahwa mereka akan memahami pentingnya pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan siswa. Pendidikan harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan individu siswa, bukan hanya untuk memenuhi standar kurikulum. Pendidikan harus berfokus pada pengembangan potensi penuh siswa dan membantu mereka mencapai tujuan mereka.

Murid-murid akan memahami pentingnya pendidikan yang berbasis penelitian dan inovasi. Pendidikan harus terus-menerus diperbarui dan ditingkatkan berdasarkan penelitian dan pengamatan terbaru. Pendidikan harus fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan siswa.

Harapan lain yang saya miliki untuk murid-murid adalah bahwa mereka akan memahami pentingnya pendidikan yang berbasis nilai-nilai. Pendidikan harus mencakup nilai-nilai seperti keadilan, kejujuran, dan rasa hormat terhadap orang lain. Pendidikan harus membantu siswa mengembangkan karakter dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab.

Sebagai seorang pendidik saya harus menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat dengan mengacu pada trilogi pendidikan yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso dan tut wuri handayani.

Saya menyadari bahwa anak memiliki kodrat merdeka, oleh karena itu saya harus memberikan kemerdekaan kepada anak-anak untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan minat, bakat , dan kreatifitasnya agar mereka dapat mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya.

Sebagai pendidik saya harus senantiasa menghamba kepada anak atau dengan kata lain berpihak pada mereka.menjadikan mereka subyek bukan obyek. Saya juga harus memandang murid bukanlah kertas yang bisa digambar sesuai kemauan saya , karena mereka lahir dengan kodrat yang samar. Tugas kita adalah menebalkan garis-garis samar itu agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya. Menerapkan budi pekerti yang luhur merupakan keharusan yang tidak terbantahkan dengan cara mengintegrasikan setiap proses pembelajaran dengan pencapaian profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri , bernalar kritis dan kreatif.

Sebagai seorang pendidik diibaratkan seorang petani yang menanam jagung misalnya. Hanya dapat menuntun tumbuhnya jagung tersebut, memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman jagung , memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat dsb. Agar tanaman itu tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang berkualitas tinggi.


Future (Penerapan)

Saya akan melakukan hal terbaik didalam proses pembelajaran saya dikelas, agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan baik. Banyak hal yang akan saya benahi yang selama ini tanpa saya sadari apa yang saya lakukan jauh dari kata sempurna jika dikaitkan dengan filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara .

Dalam hal kegiatan-kegiatan, saya harapkan murid-murid akan sangat beruntung karena dapat berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan presentasi tentang konsep-konsep filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Saya akan  memberikan serta melibatkan mereka untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan praktis, seperti mengembangkan rencana pelajaran, yang akan membantu mereka menerapkan prinsip-prinsip filosofi pendidikan dalam praktik mereka sendiri.

Secara keseluruhan, saya percaya bahwa mempelajari Modul 1.1  Pemahaman Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara akan memberikan murid-murid pemahaman yang mendalam tentang pendidikan dan pengajaran, dan akan memberikan mereka alat dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk menjadi pendidik yang sukses dan berdedikasi.

Pembelajaran yang berpusat pada guru harus segera diganti dengan pembelajaran yang berpusat pada murid, agar tercipta interaktif yang menyenangkan didalam kelas. Memberi kebebasan kepada anak-anak untuk menggali potensi yang dimilikinya harus terjadi dalam proses pembelajaran agar mereka menemukan jati dirinya sehingga menjadi manusia seutuhnya. Mengarahkan bukan lagi hal yang perlu dipertahankan tetapi kita harus merubahnya dengan menuntun peserta didik agar kodrat alam yang dimilikinya sejak lahir bisa berkembang kearah yang lebih baik dan kodrat jaman dimana mereka hidup saat ini bisa mereka dapatkan sehingga akan mempermudah murid dalam mengatasi persoalan hidupnya dimasa kini ataupun masa mendatang sehingga murid menjadi manusia yang berkarakter baik sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jaman yang melekat pada murid.

Sekian pemaparan saya dalam refleksi dwi mingguan Pendidikan Calon Guru Penggerak.

Semoga bermanfaat.

Salam Guru Penggerak!

Tergerak Bergerak Menggerakan

 

 

RUANG KOLABORASI MODUL 1.1 PRESENTASI

 





 


 


JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2 ( CGP Angkatan 11 )

  






JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 11

MODUL 1.2

NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

UDIN JAENUDIN, S.Pd

SMAN 1 SURANENGGALA KABUPATEN CIREBON

 

Jurnal Refleksi dwi mingguan ini dibuat untuk melengkapi  salah satu tugas calon guru penggerak. Sebagai calon guru penggerak saya akan merefleksikan  seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak. Jurnal ini sebagai refleksi diri setelah selama dua minggu ke-2 mengikuti kegiatan Pendidikan CGP yang kedepannya akan ditulis secara rutin selama dua mingguan sebagai tugas yang harus dikerjakan oleh calon guru penggerak.

Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F (Fact, Feeling, Findings, dan Future, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P yakni : Peristiwa; Perasaan; Pembelajaran; dan Penerapan.

 

  1. Fact (Peristiwa)

Setelah saya mempelajari modul 1.1 yang berkaitan tentang Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara, maka kami melanjutkan ke materi 1.2 mengenai Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak. Pada modul ini saya mulai dengan mempelajari materi kemudian kami diminta untuk membuat trapesium usia. Trapesium usia ini merupakan gambaran diri saya dimulai dari mengawali Pendidikan yang saya tempuh di usia taman kanak-kanak sampai pada usia sekarang bekerja sebagai guru. Pada saat usia sekolah kami diminta mengingat satu dari beberapa kejadian positif dan negatif yang pernah saya alami. Pada saat proses membuat trapesium usia, saya dapat mengingat betul walau kejadiannya sudah sangat lama terjadi baik itu mengenai hal positif dan negatif yang pernah saya alami yang berkaitan dengan guru saya dulu. Disini saya menyadari bahwa peran guru sangat berpengaruh kepada saya. Saya harus bisa menjadi seorang guru yang nantinya memberikan pengaruh positif kepada peserta didik saya, dan berusaha sebaik mungkin tidak memberikan pengaruh negatif kepada anak sehingga momen ini menjadikan sebagai kejadian negatif yang akan dikenang selamanya oleh peserta didik saya. Kemudian pada materi selanjutnya, saya diminta untuk mengidentifikasi nilai-nilai guru penggerak yang sudah ada pada diri saya. Kemudian bagaimana nilai-nilai guru penggerak tersebut bisa dilakukan dan dioptimalkan dalam pembelajaran (pemimpin belajar). Materi di dalam modul 1.2 ini terbagi atas 3 materi besar yaitu:

A tentang konsep manusia tergerak,

B tentang konsep manusia bergerak,

C tentang konsep menggerakkan manusia.

Momen yg paling penting/ menantang/ mencerahkan bagi saya dalam proses pembelajaran Modul 1.1 hingga Modul 1.2 yaitu :

  1. Penting dan Mencerahkan
  • Mempelajari modul 1.1 Filosofi Pemikiran KHD sebagai acuan pendidik dan modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak.
  • Memahami filosofis pemikiran KHD dimana seorang guru bertindak sebagai “among” yg bertugas “menuntun” murid, serta pernyataan beliau mengenai “menghamba pada anak”
  • Mengetahui serta menganalisis masing-masing nilai dan peran guru penggerak yang berkaitan dengan filosofi KHD, seperti berpihak pada murid, mandiri, inovatif, kolaboratif, dan reflektif.
  1. Menantang 
  • Melakukan aksi nyata atau penerapan sesuai filosofis pemikiran KHD
  • Berusaha untuk mampu memiliki seluruh nilai dan dan peran guru penggerak
  • Mengerjakan setiap tugas dengan adanya batasan waktu, terutama untuk tugas kolaborasi yg hanya diberikan waktu sebentar untuk berdiskusi bersama rekan sesama CGP (namun tugas-tugas tersebut sangat mampu mengeksplorasi cara berpikir Calon Guru Penggerak untuk menggali informasi yang luar biasa begitu banyak)

Selanjutnya saya dan teman-teman diarahkan pada ruang kolaborasi oleh fasilitator kami untuk berdiskusi bersama, yang nantinya kami dibagi-bagi kedalam beberapa kelompok. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua kali pertemuan yakni pada tanggal 5 Juli 2024 untuk diskusi Bersama kelompok kecil kemudian dilanjutkan pada tanggal 8 Juli 2024 untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok kemudian diberi umpan balik berupa pertanyaan dan tanggapan dari kelompok lainnya. Di dalam kelompok ini, kami diminta membuat karya yang berisi gambaran singkat yang berbasis kekuatan nilai lalu merancang satu kegiatan yang sesuai dengan satu peran GP yang kelompok pilih. Pada diskusi ini kelompok kami, memilih peran sebagai coach bagi guru lain dalam upaya pemanfaatan google sites oleh guru dalam menunjang pembelajaran. 

  

  1. Perasaan (Feeling)

Yang saya rasakan dalam pelaksanaan aksi nyata kali adalah : 

  • saya merasa senang dan bersyukur bisa menerapkan ilmu yang saya dapatkan di Pendidikan CGP
  • Merasa bangga karena bisa menjadi bagian dari agen perubahan ekosistem pendidikan
  • merasa bertanggung jawab dan tertantang untuk melakukan perubahan seperti apa yang saya inginkan

Dalam prosesnya timbul ide/ gagasan, diantaranya, saya akan : 

  • terus berbagi berbagai pengalaman mengajar kepada rekan guru 
  • terus berbagi berbagai skill dalam teknologi dalam mendukung proses pembelajaran kepada rekan guru 
  • mencoba hal-hal baru sehingga rekan guru termotivasi untuk belajar dalam berinovasi dalam media pembelajaran
  • merefleksikan hasil kegiatan bersama-sama dengan rekan guru.

 

  1. Pembelajaran (Findings)

Pengalaman saya selama melakukan aksi nyata ini sangat beragam, berikut pembelajaran yang sudah saya dapatkan : 

  • Mengajarkan rekan sejawat dan siswa tentunya sangat berbeda, saya harus lebih memperhatikan hal-hal teknis dalam proses coaching
  • Melalui aksi nyata penerapan nilai dan peran guru penggerak di sekolah, saya merasa rekan guru lain juga tergerak untuk menerapkan hal yg sama

 

  1. Penerapan (Future)

Dari hasil rancangan tersebut saya gunakan untuk melakukan aksi nyata di sekolah. Aksi nyata kali ini adalah menjadi coach bagi rekan sejawat dalam pembuatan video pembelajaran yang singkat, jelas, dan menarik. Rencana ini adalah hasil refleksi diri saya ketika setelah saya membuat video pembelajaran dan saya unggah di youtube, siswa jadi bisa mengulang materi yang saya ajarkan kapanpun dan dimanapun. Dengan begitu siswa yang sudah mengerti akan semakin paham, dan yang belum mengerti mereka bisa mencernanya kembali diluar kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan begitu saya ingin menularkan kebiasaan baik ini kepada rekan sejawat.

Sebelum melaksanakan rencana saya berkolaborasi dengan kepala sekolah dan wakil bidang kurikulum mengenai ide dan gagasan mengenai rencana saya, meminta saran dan masukan. Kepala sekolah merespon baik atas ide dan gagasan yang saya sampaikan, sehingga saya bisa melanjutkan perencanaan saya tersebut. 

Dalam pelaksanaannya saya menyusun langkah-langkah kegiatan sebagai berikut :

  • Saya berdiskusi dengan guru yang akan saya bimbing untuk membuat video pembelajaran mengenai permasalahan di kelasnya
  • Menentukan materi yang akan menjadi konten video
  • Mempersiapkan peralatan yang diperlukan dalam pembuatan video
  • Membuat skrip untuk dibacakan pada video
  • Membuat slide yang menarik
  • Melakukan perekaman video dan audio
  • Proses editing video yang sederhana menggunakan capCut.

 

Ruang Kolaborasi Modul 1.2 Diskusi Mandiri


 





Ruang Kolaborasi Modul 1.2 Presentasi


 

Posting Unggulan

SEHATI (Sekolah Bersih dan Indah Tangging Jawab Kita)

 

Paling Populer